China mengimpor lebih dari 6 juta ton produk seafood per tahun dan angka ini terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah perkotaan yang mengadopsi gaya hidup lebih sehat dan konsumsi protein yang lebih tinggi. Pertumbuhan jaringan restoran seafood premium, ekspansi platform E-commerce pangan, dan peningkatan standar hidup di kota-kota tier 2 dan tier 3 China membuka pasar yang semakin luas bagi produk seafood Indonesia.
Bagi eksportir Indonesia, China bukan hanya pasar terbesar secara volume ini adalah pasar yang paling beragam dalam hal spesies dan format yang diminati, serta yang paling dinamis dalam perkembangan tren konsumsinya. Peluang ini nyata, namun juga menuntut pemahaman mendalam tentang regulasi, preferensi konsumen, dan dinamika rantai distribusi di China .
Live Lobster (Lobster Mutiara — Panulirus ornatus) Permintaan sangat tinggi terutama saat periode Imlek, National Day , dan musim liburan China lainnya. Harga live lobster dari Indonesia bisa mencapai USD 40-80 per kilogram di pasar China tergantung ukuran dan musim.
Frozen Shrimp (Udang Beku) Udang vaname dan windu dalam format HOSO, HLSO, dan PD sangat diminati oleh pabrik pengolahan dan restoran. China adalah buyer terbesar udang beku Indonesia secara volume.
Kepiting Bakau (Scylla serrata) Sangat populer di restoran seafood China dari Guangzhou hingga Shanghai. Kepiting hidup maupun beku dari Indonesia bersaing sangat kompetitif dengan kepiting dari Vietnam dan Bangladesh.
Ikan Kerapu (Grouper) Live grouper adalah komoditas ultra-premium di pasar Hongkong, Guangdong, dan Fujian. Harga bisa 3-5 kali lipat harga ikan yang sama dalam kondisi beku.
Cumi-Cumi Beku (Frozen Squid) Volume besar, diminati oleh industri pengolahan seafood yang akan diproduksi kembali menjadi produk olahan.
Regulasi GACC Gerbang Utama Masuk Pasar China
Sejak diberlakukannya regulasi baru GACC (General Administration of Customs China) pasca pandemi, semua unit pengolahan seafood di seluruh dunia yang ingin mengekspor produk pangan ke China harus terdaftar secara resmi di sistem GACC. Ini bukan proses yang bisa dilewati atau disiasati tanpa registrasi GACC, produk seafood dari fasilitas manapun tidak bisa masuk ke China secara Legal.
Proses registrasi GACC meliputi audit fasilitas produksi oleh inspektur yang ditunjuk, dokumentasi sistem manajemen keamanan pangan, pengujian laboratorium produk, dan review oleh pihak berwenang China. Proses ini bisa memakan waktu 6-18 bulan, sehingga eksportir yang ingin serius memasuki pasar China perlu memulai persiapan jauh sebelumnya.
Regulasi Karantina dan Pengujian
Selain GACC, produk seafood yang masuk ke China juga dikenakan pemeriksaan ketat oleh AQSIQ (Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine) di pelabuhan masuk. Pengujian meliputi residu antibiotik, logam berat, kontaminan kimia, dan kondisi mikrobiologis. Produk yang gagal pengujian akan dikembalikan atau dimusnahkan dengan biaya ditanggung eksportir.
Berdasarkan pengalaman eksportir seafood yang sukses di pasar China, beberapa strategi yang paling efektif antara lain : berpartisipasi di pameran seafood internasional di China seperti China Fisheries & Seafood Expo di Qingdao. pameran terbesar industri ini di Asia membangun kemitraan eksklusif dengan satu atau dua importir lokal yang memiliki jaringan distribusi kuat daripada menjual ke banyak buyer sekaligus tanpa fokus serta memanfaatkan platform e-commerce cross-border China seperti JD International, Tmall Global, dan PDD untuk menjangkau konsumen kelas menengah perkotaan secara langsung.
💡 | Prime Seafood Indonesia telah memiliki jaringan mitra Importir terpercaya di China dan berpengalaman mengelola seluruh dokumentasi ekspor termasuk registrasi GACC untuk berbagai kategori produk seafood. Kami siap menjadi jembatan Anda ke pasar China. |
#jasminesamudranusantara #primeseafoodindonesia #freshandseafood #seafood #seafoodindonesia #indonesiaseafood #china
©jasminesamudranusantara
Penulis Artikel : Ari Davino - Jakarta Selatan 4 Mei 2026
Hubungi Kami www.primeseafoodindonesia.id | WhatsApp : +62- 813 -1847 - 091 | info@primeseafoodindonesia.id Linkedin : Jasmine Samudra Nusantara | Instagram : Jasmine Samudra Nusantara |
PT Jasmine Samudra Nusantara
Delivering world-class, sustainably sourced live and frozen seafood to global markets with uncompromising quality.