Udang adalah salah satu produk laut yang paling cepat menurun kualitasnya jika tidak disimpan dengan benar. Dalam hanya 2 hingga 4 jam di suhu ruang (sekitar 25-30°C khas Indonesia), bakteri mulai berkembang biak secara signifikan dan cita rasa udang akan berubah secara dramatis. Bagi restoran dan hotel, udang yang tidak disimpan dengan benar bukan hanya kerugian finansial ini adalah risiko kesehatan tamu yang tidak bisa ditoleransi.
Kabar baiknya, menyimpan udang dengan benar tidak memerlukan peralatan khusus yang mahal. Cukup ikuti lima langkah praktis berikut ini:
1. Simpan di Kulkas dengan Lapisan Es
Untuk konsumsi dalam 1 hingga 2 hari ke depan, simpan udang di wadah tertutup yang diisi es batu di bagian bawah dan atasnya. Pastikan ada lubang drainase kecil atau gunakan saringan di dalam wadah agar air lelehan es tidak merendam udang terlalu lama udang yang terendam air dalam waktu lama akan menjadi lembek dan kehilangan cita rasanya. Suhu ideal penyimpanan chilled adalah antara 0 hingga 4 derajat Celsius.
2. Bekukan dengan Benar untuk Penyimpanan Jangka Panjang
Jika udang tidak akan digunakan dalam 2 hari, segera bekukan. Langkah yang benar: cuci bersih udang, tiriskan hingga tidak ada air yang menetes, lalu kemas dalam wadah kedap udara atau vacuum bag untuk meminimalkan paparan udara. Udang beku yang dikemas dengan benar dapat bertahan 3 hingga 6 bulan di freezer bersuhu -18°C atau lebih dingin tanpa kehilangan kualitas signifikan.
3. Jangan Cuci Sebelum Disimpan
Ini adalah kesalahan yang sangat umum mencuci udang sebelum menyimpannya. Mencuci udang sebelum disimpan justru mempercepat pertumbuhan bakteri karena menambah kandungan air di permukaan yang menjadi media pertumbuhan mikroba. Cuci udang sesaat sebelum dimasak saja, bukan sebelum masuk kulkas atau freezer.
4. Pisahkan dari Produk Lain
Udang memiliki aroma yang cukup kuat yang dapat diserap oleh bahan makanan lain di sekitarnya. Di sisi lain, beberapa bahan makanan yang berbau tajam juga bisa mempengaruhi rasa udang. Selalu simpan udang dalam wadah terpisah yang tertutup rapat, jauh dari sayuran, buah-buahan, atau produk olahan lain di dalam kulkas atau freezer.
5. Kenali Tanda-tanda Udang Sudah Tidak Segar
Sebelum menggunakan udang yang sudah disimpan, selalu lakukan pemeriksaan dan penciuman:
Aroma sangat tajam amis atau menyengat seperti amonia ini tanda paling jelas udang sudah rusak
Warna kepala menghitam (blackhead) kepala udang yang gelap menandakan proses pembusukan sudah dimulai
Tekstur berlendir di permukaan tubuh atau mudah hancur saat ditekan
Warna tubuh pucat keabu-abuan atau kehilangan kilap alaminya
Cangkang terasa sangat lunak dan mudah hancur saat dipegang
💡 | Produk udang dari Prime Seafood Indonesia dikirimkan dengan sistem cold chain yang terjaga penuh, lengkap dengan monitoring suhu sepanjang perjalanan sehingga Anda menerima udang dalam kondisi paling segar dan siap olah. |
Untuk operasional horeca, ada beberapa praktik terbaik tambahan yang direkomendasikan selalu lakukan
FIFO (First In, First Out) udang yang masuk lebih dulu harus digunakan lebih dulu. dokumentasikan tanggal penerimaan di setiap kemasan dan lakukan pengecekan suhu penyimpanan setidaknya dua kali sehari menggunakan termometer digital yang terkalibrasi.
#jasminesamudranusantara #primeseafoodindonesia #freshandseafood #seafood #seafoodindonesia #indonesiaseafood
©jasminesamudranusantara
Penulis Artikel : Ari Davino - Jakarta Selatan 6 Mei 2026
Hubungi Kami www.primeseafoodindonesia.id | WhatsApp : +62- 813 -1847 - 091 | info@primeseafoodindonesia.id Linkedin : Jasmine Samudra Nusantara | Instagram : Jasmine Samudra Nusantara |
PT Jasmine Samudra Nusantara
Delivering world-class, sustainably sourced live and frozen seafood to global markets with uncompromising quality.